Program kolaborasi e-development antara instansi BPPT, RISTEK, KNPO, KNPP, Depperin, Depkominfo, Depdiknas, e-Indonesia, PUPUK, STIMIK Widya Pratama Kota Pekalongan dengan Pemkot Pekalongan yang telah digagas pada awal tahun 2008 telah menghasilkan beberapa kemajuan awal dalam rangka mendukung rencana program yang telah disusun oleh Pemkot Pekalongan. Sebagaimana diketahui ada empat target program yang ingin dicapai oleh Pemkot sampai tahun 2010 yaitu, e-development untuk mendorong: 1) percepatan pemberdayaan masyarakat, 2) good governance, 3) pendidikan berkualitas, dan 4) ekonomi kreatif.
Target pertama pada program di atas, yaitu e-development untuk mendorong percepatan pemberdayaan masyarakat telah diinisiasi dengan menumbuhkan beberapa telecenter yang diarahkan untuk mendorong perkuatan klaster industri yang telah dimulai sebelumnya sejak tahun 2004 dan untuk pemberdayaan masyarakat khususnya perempuan, anak dan remaja.
Gagasan pendirian telecenter (TC) ini dinisiasi dengan pendekatan focus group disscussion (FGD) diantara para stakeholder. Inisiasi awal dimulai pada 19 Juni 2008 dengan diadakannya Kick Off Meeting para stakeholder untuk mengidentifikasi jenis telecenter dan para pelaku calon pengelola telecenter serta instansi pendampingnya. Dari hasil diskusi tersebut ditetapkan 3 jenis telecenter yang akan diinisiasi bersama yaitu TC berbasis batik, perikanan, dan non bisnis.
Untuk melancarkan proses pendirian telecenter ini maka BPPT dan RISTEK melakukan pelatihan awal tentang telecenter, pemberdayaan masyarakat dan pemanfaatan ICT berbasis FOSS untuk telecenter pada tanggal 22-24 Juli 2008 dengan maksud memberikan wawasan dan perkuatan kepada calon pengelola dalam menyiapkan telecenter.Dalam pelatihan tersebut diundang dua narasumber, yaitu dari pelaku usaha disain kaos dan baju menggunakan aplikasi open source (inkscape, gimp, xara xtreme) dan peneliti batik fractal yang menjelaskan tentang disain batik menggunakan aplikasi jbatik (batik fractal). Pada kesempatan tersebut juga dilakukan rencana pembentukan organisasi pengelola calon telecenter dan menyiapkan lokasi serta periferal yang dibutuhkan.
Setelah terjadi komunikasi antar stakeholder dan proses iterasi sampai beberapa kali dengan Pemkot disepakati bahwa ada 4 calon telecenter yang akan ditumbuhkan ditahap awal sesuai dengan kebutuhan, kesiapan pengelola, waktu, dan lokasi. Keempat telecenter tersebut adalah TC batik.city, TC museum batik dengan instansi pendamping Disperindag, TC (Lembaga Pemberdayaan Perempuan, Anak dan Remaja (LP PAR) dengan instansi pendamping LP PAR dan TC STIMIK dengan instansi pendamping STIMIK Widya Pratama.
Dalam menyiapkan baik lokasi, infrastruktur TIK dan manajemen pengelolaan maka Pemkot telah berkoordinasi dengan beberapa pihak sampai ditetapkan lokasi masing-masing telecenter. Untuk penyiapan lokasi Pemkot berkoordinasi dengan dinas dan pihak terkait, sementara penyiapan infrastruktur TIK dibantu oleh STMIK dan telkom yaitu dalam instalasi software IGOS dan pemasangan akses internet menggunakan speedy dan wifi. Semua ini dipersiapkan sebelum Hakteknas yang dilaksanakan pada tanggal 13 Agustus 2008.
Pada tanggal 12 Agustus 2008 sebelum puncak Hakteknas, para pejabat baik dari pusat maupun daerah dan masyarakat melakukan kunjungan singkat ke masing-masing telecenter yang baru diinisiasi untuk melihat dan mengetahui apa dan bagaimana telecenter dan untuk apa telecenter didirikan. Kunjungan tersebut berjalan sukses dan disambut dengan dukungan yang baik dari berbagai pihak.
Besoknya pada acara puncak hakteknas dilaksanakan di kantor walikota dan seputaran mataram hotspot, Walikota Pekalongan membuka acara dan berpidato mengenai program-program yang akan dijalankan oleh pemkot Pekalongan sampai tahun 2010, termasuk di dalamnya pemberdayaan masyarakat melalui telecenter.
Dengan demikian sekelumit persiapan acara formal dan sambutan awal tentang inisiasi pendirian telecenter selesai maka pesta telah usai, selanjutnya tugas mencuci piring dan gelas dan membereskan peralatan lain pun dimulai.
