Talkshow Iptek Talk di TVRI, Rabu, 7 Januari 2009, pukul 17.00-17.30 WIB, dengan topik "Implementasi E-Government Berbasis Open Source Software (OSS) di Kabupaten Jembrana, Bali" menampilkan narasumber Dr. Tatang A. Taufik, Direktur Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (PTIK-BPPT) dan Prof. Dr. Drg. I Gde Winasa, Bupati Jembrana, Bali.
Tatang melihat Kabupaten Jembrana memiliki komitmen yang kuat dalam memanfaatkan dan mengembangkan teknologi informasi untuk mewujudkan E-Government. Untuk itu BPPT membantu Jembrana secara bertahap, mulai dari memperkenalkan teknologi informasi dan memberikan pelatihan kepada masyarakat. Perangkat lunak yang digunakan adalah Free Open Source Software (FOSS). Keunggulan Open Source Software antara lain : (1). Legalitas dan kehandalan softwarenya; (2). Memiliki konten lokal yang lebih kaya; (3). Bersifat terbuka sehingga memungkinkan kita untuk melakukan pengembangan lebih lanjut.
Menurut Tatang, Jembrana merupakan satu bukti daerah miskin, tapi bisa maju. Hal ini dapat dijadikan contoh yang baik bagi daerah-daerah lain yang ingin menerapkan e-government.
Winasa menyampaikan, saat ini di Jembrana, telah dikembangkan jaringan yang disebut Jimbarwana Net yang berbasis OSS. Pemkab. Jembrana diawali dengan adanya komitmen “seluruh pegawai harus bisa menggunakan komputer”. Pada konten lokal, terdapat beberapa program, diantaranya Penggunaan Smart Card, yaitu satu kartu utuk beberapa kegiatan (mis. untuk periksa kesehatan/berobat); dan Sistem Pendataan Penduduk (mis. Data di daerah mana keberadaan orang miskin, dan bagaimana keadaannya). Karena menurut beliau, akan lebih efisien apabila kita menggunakan komputer/Teknologi Informatika. Cth. Dengan menggunakan Jimbarwana Net, biaya rental telah menurun hingga 50%, juga surat-surat di kantor tidak perlu diprint lagi, cukup dikirim melalui email.
Jadi kunci keberhasilan e-goverment di Pemkab. Jembrana menurut Winasa adalah kemitraan dan leadership. Sosialisasi pengenalan dan penggunaan teknologi informasi dimulai dari sekolah-sekolah dengan harapan berkembang luas ke masyarakat. Beliau menghimbau untuk dapat mewujudkan e-goverment, maka yang pertama harus dikembangkan adalah sumber daya manusianya dengan cara mengenalkan dan memberikan pelatihan komputer. Setelah berhasil e-gov, di Pemkab. Jembrana akan dikembangkan e-society, kemudian e-business.
Winasa menegaskan, e-development ini tidak hanya bermanfaat bagi pemerintah saja, namun juga dapat meningkatkan pelayanan publik. Hal ini terlihat dari hasil survey yang mengatakan bahwa 84% masyarakat merasa puas akan pelayanan Jembrana. Diharapkan di tahun 2015, Jembrana dapat menjadi cyber city yang bisa dicontoh oleh daerah-daerah lain.
Selengkapnya, silakan menyaksikan tayangan Iptek Talk di TVRI, pada hari Rabu, 7 Januari 2009, Pkl. 17.00 – 17.30 WIB. (im,gs,en,dn,vl/ad-pkipt)
Link: http://ristek.go.id/index.php?mod=News&conf=v&id=3354